Muzania Media

Selasa, 05 Oktober 2021

No Ribet! Cara Memasukkan Label Postingan Pada Menu Blogspot Terbaru Tanpa Edit HTML

MUZANIA- Hai Sobat Muzania! Lagi pusing utak-atik blogspot ya?! Apalagi buat pengguna blogspot yang ingin membuat layoutnya tampil maksimal.

Sebagai blogger pemula yang menggunakan blogspot, pasti masih asing dengan setting tata letak maupun utak atik template bawaan. Terutama masalah saat ingin memasukkan postingan yang sudah diberi label ke menu blogspot.

Saya menulis hal ini untuk Sobat Muzania semua karena baru saja lima menit yang lalu menemukan cara terbaru memasukkan label postingan pada menu blogspot. Sebelumnya saya sudah cari berbagai cara di google berdasarkan saran para blogger yang sudah lama. Namun, sepertinya layout dashboard blogspot pun sudah berubah. 

Cara yang lama harus menggunakan edit HTML. Setelah saya cari di bagian sesuaikan tema, hal itu NIHIL alias tidak berhasil. Setelah saya utak atik sendiri, barulah ketemu bagaimana cara terbaru memasukkan label postingan pada menu blogspot tanpa harus mengedit HTML. Apalagi yang bukan ahli IT seperti saya.

Demi membantu teman-teman pengguna blogspot baru, saya tuliskan cara memasukkan label postingan pada menu blogspot dengan mengikuti langkah di bawah ini. Semoga berhasil!

1. Pastikan sudah membuat LABEL. Jika belum, nanti akan saya tulis tips atau cara membuat label. Atau Anda bisa search pada google cara membuat label pada blogspot.




2. KLIK salah satu LABEL. Dalam praktik, saya coba klik Label STORY. Maka akan muncul semua postingan yang berasal dari semua label STORY saya seperti tampilan di bawah ini. Lalu Copy URL (CTRL+C) link pada kotak merah pertama di bawah ini.


3. Buka dashboard blogger.com kalian, lalu klik menu TATA LETAK. Pada menu SELURUH KOLOM klik tombol Edit pada pojok kanan bawah.



4. Langkah selanjutnya adalah klik Tambahkan Item Baru untuk membuat Menu Bar pada blog kita. Atau jika sudah membuat menu, maka tinggal pilih nama menu yang ingin kita isi URL Label tadi.

Saran penulisan NAMA ITEM sebaiknya disesuaikan dengan nama LABEL. Item baru yang ditambahkan akan muncul otomatis pada Menu bar di atas seperti di bawah ini. 


4. Langkah selanjutnya adalah klik tanda pensil untuk mengedit link


5. Terakhir paste atau isi link LABEL pada langkah nomor 2 tadi. Jangan lupa simpan. Maka otomatis menu bar milik Anda sudah terisi postingan label.


Sekian Sobat Muzania cara terbaru memasukkan label postingan pada menu blogspot tanpa harus mengedit HTML. Semoga bermanfaat buat teman-teman blogger pemula seperti saya ini. Jika penjelasan kurang jelas, atau sekiranya tutorial perlu update karena desain dashboard sudah tidak sesuai, maka silahkan tambahkan balas di kolom komentar.

Selamat blogging![]

Rabu, 08 April 2020

Review Buku Emak-Emak Jago Jualan

whatsapp-image-2019-06-21-at-11.10.07.jpeg


Nggak asing lagi kan dengan Kang Dewa dan setumpuk bukunya yang jadi best seller? Kini menghadirkan buku khusus untuk emak-emak yang pengen jualan, tapi urusan rumah juga tetep jalan. Kenapa saya bilang khusus? Because, bukunya emang ‘nyewek’ banget. Pinky! So, menarik banget ketika dapet bukunya. Pengen segera khattam ilmunya.

Nah, kali ini, fije akan ngreview buku Emak-Emak Jago Jualan karya Dewa Eka Prayoga. So, simak yaa, Mak!!
SIKLUS KESUKSESAN: Yakin (dengan yang Anda jual) -> Praktik (Coba beli produk Anda) -> Hasil (Ternyata produk Anda beneran bagus)


GARIS BESAR solusi agar SUKSES menjalani siklus kesuksesan:

  1. Ubah identitas diri.
Daripada melabeli gaptek, lebih baik melabeli Emak-emak STRONG!
Contoh: Bapak-bapak hanya mikirin mandi, saya mikirin mandi dan memandikan anak-anak. Bapak mikirin makan, saya mikirin makan dan memastikan semua orang rumah udah makan. STRONG kaan?
  1. Ubah keyakinan yang salah
UBAH: Nggak bisa à Yakin! Bisa!
  1. Hilangkan semua alasan dan pembenaran
UBAH: nggak bisa bagi waktu, sibuk urus anak, nggak punya ilmu, dll

 

whatsapp-image-2019-06-21-at-11.04.58.jpeg

6 ADONAN COPYWRITTING ALA EMAK-EMAK


  1. Tentukan buyer persona.
Jodohkan antara tas dan emak; jodohkan antara buku dengan pembelajar; jodohkan antara sepatu dan pemain sepak bola
Jika sudah ketemu, maka berikan feed sesuai jodohnya
  1. Tingkatkan hasrat ingin membeli
Detailnya:
Orang nggak beli kosmetik, tapi beli perhatian dan rasa sayang dari pasangan
Orang nggak beli setrika, tapi beli penghargaan karena pakaian rapi
Orang nggak beli hijab, tapi beli kenyamanan saat menutup aurat
Orang nggak beli minuman pelangsing, tapi beli kesehatan dengan BB yang ideal
META PROGRAM
MENJAUHI: Kalau Anda tidak membeli sekarang, siap-siap enggak kebagian produknya! TERBATAS
MENDEKATI: Beli sekarang karena spesial untuk hari ini, Anda akan mendapatkan bonus tambahan senilai 350.000!
INTERNAL: Pastinya Anda lebih tahu apa yang mesti dilakukan
EKSTERNAL: Produk ini sudah terbukti digunakan oleh ribuan orang lainnya, kini giliran Anda.
PERSAMAAN: Sama dengan produk kosmetik lainnya, produk ini juga mengandung Wow Capsule
PERBEDAAN: Sekadar informasi, produk ini saya buat berbeda dengan produk sebelumnya karena khusus produk ini, saya menambahkan XYZ untuk membantu Anda dalam...
PROSEDURAL: untuk bisa menikmati manfaat dari produk ini, Anda tinggal melakukan A, lalu B, lalu C...
OPTIONAL: Ada banyak model hijab yang sesuai dengan warna favorit Anda
  1. Handling Objection (Mengatasi Penolakan)
Jurus F3: Feel, Felt, Found (Rasakan, Merasakan, Menemukan)
“Saya tahu apa yang Anda rasakan, sebab costumer saya sebelumnya juga dulu merasakan seperti yang Anda alami, sampai pada akhirnya mereka menemukan bahwa produk XXX
Ini mampu me....”
Jurus PFP: Past, Future, Present
Dulu, setelah itu, sekarang; awalnya, kemudian, sekarang; sebelumnya, lalu, sekarang; kemarin, besoknya, sekarang
“Awalnya Ibu Ani ragu akan manfaat dari produk XXX, kemudian ia minta izin ke suaminya untuk beli atau tidak, sekarang, setelah produk ini di rumahnya, mereka (bu Ani dan Suami) merasakan manfaatnya.”
  1. Menjelaskan BENEFIT, Bukan Sekadar FITUR
Benefit adalah manfaat sesungguhnya yang diberikan produk untuk pembeli
  1. Munculkan Cerita yang Dasarnya TESTIMONI
  • Cerita tentang diri anda dalam pakai produk yang sebenarnya testimoni. “Saya itu awalnya nggak mau pakai tas ini.....”
  • Cerita tentang buyer Anda yang menggunakan produk Anda yang sebenarnya testimoni. “Salah satu agen kami hari ini ada yang NGAMUK, order 700pcs. Sehari lo ya, Sehari... mau saya tag orangnya gak nih?”
  • Cerita tokoh inspiratif, yang bisa menggaet orang lain pengin beli produk Anda. “Weekend kemarin saya ke dokter Farida, dia itu ahli banget soal kulit....”
  1. Cara Mendapatkan ANGLE
Rumus: bisa jadi ide apa nih dari kejadian ini? (ujung2nya jualan)
Gunakan 11 MENTAL TRIGGERS
Malas, serakah, mendesak, harapan, kontrol, eksklusif, hemat, spesifik, penasaran, menolong orang, rasa sakit & senang
Mental malas: Sekarang Anda tak perlu repot belajar desain, karena kami y ang mengerjakan itu semua.
Mental Kontrol: “Kelebihan hijab ini adalah luar dan dalam bisa Anda pakai bagian luarnya merah, bagian dalammya warna hitam.
Mental Menolong Orang: “Ketika Anda membeli hijab ini di hari jumat, maka 100% profit akan kami sedekahkan ke anak yatim dan duafa.”

Buku Dewa Eka Prayoga 


Ini ada 11 POLA HIPNOTIK YANG POWERFULL dari Dewa Eka Prayoga. Yuk praktekkin!
  1. Cara Membaca Pikiran Orang Lain
NO TRUST, NO SALES
Uhuk! Lagi cari-cari hijab yang cocok dipakai buat lebaran? Udah, beli Hijab Khadija aja.. Order sekarang sebelum JNE overload!”
  1. Cara Memasukkan Sugesti ke Alam Bawah Sadar Tanpa Mereka Sadari
Ketika Anda punya banyak varian produk, dan Anda ingin memasukkan sugesti bahwa semua produk anda keren. Maka..
“Mau tanya dong, lebih suka mana, Facial serum apa FF Cream?”
Tidak terlalu penting apakah orang menjawab facial serum apa ff cream, yang penting adalah semua produk itu DISUKAI (Sugesti)
  1. Teknik Melarang Orang Untuk Beli, Tapi Malah Berebut
Jangan dulu beli hijab ini sebelum tahu bahan terbaik yang kami gunakan
  1. Cara Membuat Prospek Setuju dengan Apa Pun yang Anda Tulis
Buat hukum sebab-akibat
“Kaena Anda ingin tetap tampil sesuai Syariat, maka Hijab A adalah pilihan yang TEPAT.”
  1. Cara Menggunakan Teknik ‘OPEN LOOP’ Sehingga Orang Menunggu Copywritting Anda Berikutnya
    - Buatlah kisah atau tip yang terputus atau belum selsai Anda sampaikan
    - Jajikan sesuatu yang lebih menarik di postingan Anda berikutnya
  2. Cara Menjual Produk Apa Pun Tanpa Personal Branding
Pakai personal branding orang lain
“Inilah yang ustazah Oki Setiana Dewi sampaikan tentang hijab yang sesuai Syariah.” *ujung-ujungnya jualan hijab
  1. Cara Membuat Mereka Makin Yakin dengan Yang Anda Sampaikan
“Beli sekarang! Karena semakin cepat Anda membeli produk kosmpetik ini, maka semakin cepat pula suami Anda makin sayang dengan Anda. Ciee”
  1. Cara Memasukan Pesan ke Alam Bawah Sadar Tanpa Disadari
“Sebelum Anda mendaftar menjadi reseller kami, apakah Anda sudah tahu berapa keuntungan per produknya?”
  1. Cara Membuat Prospek Sadar Bahwa yang Anda Sampaikan Benar
“Apakah Anda menyadari kalau produk kami satu-satunya di Indonesia?”
  1. Cara Membuat Tulisan yang Bikin Prospek Sadar Kalau Mereka Butuh Produk Anda
“Sekarang, Anda mengalami PHK dari kerjaan, itu menunjukkan kalau sudah waktunya Anda punya bisnis sendiri.”
  1. Pola Gabungan
RUMUS!
  1. Sebelum [ajakan] apakah Anda sudah tahu bahwa [kenikmatan]?
  2. Jangan terbebani untuk [ajakan] walaupun [sengsara]
  3. Bukankah lebih baik [ajakan] ketimbang [kesengsaraan]?
  4. Setelah Anda [ajakan] tentu Anda akan [kenikmatan]
  5. Jangan kaget ketika Anda menjadi [kenikmatan] karena telah [ajakan]
Contoh rumus no. 3: “Bukankah lebih baik Anda membelikan Hafiz Doll ini untuk Anak Anda ketimbang ia kemasukan lagu-lagu dan tontonan yang tidak senonoh?

Salam Sukses, Moms,
Fije-

Para Suami, Wujudkan 5 Hal Ini Pasca Istrimu melahirkan

Hai, Moms. Hai, Dad. Hal-hal yang kalian baca ini berdasarkan pengalaman penulis dan orang-orang di sekitarnya yaa.. Jadi bisa dibilang opini tapi sesuai Realita.

Terkhususnya para suami, mengertilah. Ada nafas panjang yang harus dilalui istrimu saat melahirkan anakmu. Dia mesti melalui masa-masa sulit dan menyakitkan. Tapi, masa-masa sedih itu hilang rasanya ketika bayi telah lahir ke dunia dalam keadaan selamat, sehat, wal afi'at.

Pasca melahirkan, istri memerlukan banyak hal yang kadang tak sanggup ia mengutarakannya. Mungkin karena enggan, bingung, atau takut dibilang lebay. Kebutuhannya seputar ini:

1. Di Luar Rumah Itu Udara Segar
Setelah melahirkan anak, terutama anak pertama, istri akan mendengar tangisan bayi hampir setiap jam. Ini membuat istri cukup stres. Sehingga sedikit hiburan dengan mengajaknya ke luar rumah meskipun hanya 15 menit itu akan membuatnya FRESH. Entah itu sekadar beli camilan atau jalan-jalan sore.

Aku, termasuk perempuan pekerja yang mulai menjalani cuti sepanjang 3 bulan, kala menjadi ibu baru cukup stres. Pernah dalam sekali waktu aku diajak suami untuk beli buah semangka dengan naik motor. Nggak ada setengah jam. Tapi, kesempatan aku meninggalkan rumah yang sumpek dan penuh dengan tangisan bayi itu membuat aku plonggg.

Temanku, namanya Ari juga mengalami hal yang sama pasca melahirkan. Setiap hari, kala suaminya pulang langsung memberikan kesempatan pada istrinya untuk naik motor tiap sore. Ya, sekitar 10-15 menit lah. Untuk muter muter kompleks dan beli camilan sendirian. Lalu bayinya? Bayinya dijaga suaminya dirumah sambil menunggu istrinya yang sedang mencari udara segar meskipun sejenak.

Hal sepele seperti itu kadang kurang diperhatikan suami. Cobalah, dan kamu akan membuat istri bahagia meskipun hanya sekejab. Karena istri juga butuh Refresh.

2. Support Semangat Saat Baby Blues
Hampir semua wanita yang memiliki anak pertama mengalami baby blues. Apa itu baby blues? Saya tak akan menjelaskan secara ilmiah ya.. Tapi singkatnya begini.. 

Pasca melahirkan, ada banyak hal yang berubah. Dari pola makan ibu, jam tidur berkurang, nggak bisa me time, terlalu fokus sama bayi, dan masih banyak lagi. Dari ritme hidup yang sebelumnya tak banyak beban jadi berubah drastis itu bisa membuat ibu jadi stres. Apalagi kalau asi tak kunjung keluar. 

Belum lagi omongan-omongan tetangga, mertua, dan jangan sampai suami ikut memojokkan istri karena belum bisa menyusui, lahiran caecar, dan lainnya. Karena suami, saat itu sangat sangat dibutuhkan sebagai penguat, penyemangat. 

Kata-kata seperti "Ayo, Bun, anak kita harus ASI." Itu tidak cukup sampai suami ikut berkontribusi tentang kelancaran ASI itu sendiri. 

Teman saya, namanya Isna. Dia sangat didukung oleh suaminya untuk memberikan asi eksklusif pada anaknya. Alhasil apapun kebutuhan istrinya agar bisa ASI pun diturutin suaminya. Seperti beli peralatan pumping, membuatkan asi booster, mengambil alih pekerjaan rumah. Dan lainnya. So, bukan hanya menyuruh atau meminta saja, tapi juga mendukung dengan perbuatan nyata. Akhirnya, temanku Isna lulus asi eksklusif 2 tahun. Padahal dia wanita karir. Pumping sana sini. Bahkan pas satu acara seminar denganku di hotel , dia rela mundur pergi ke toilet buat pumping. 

Kisah sebaliknya pernah diceritakan youtuber, saya lupa namanya. Tapi pengalamannya saat baby blues, sampai-sampai ingin menjatuhkan anaknya padahal sebelumnya sudah pernah keguguran 2x, lantas dibilang lebay sama suaminya. Astagfirullah. Tak sepatutnya sebagai seorang suami seperti itu. 

Baby blues itu memang ada. Temanku bernama Yani, dia mengalami baby blues hingga ingin mencelakai anaknya ketika masih baby. Efeknya, hingga sekarang dia membenci wanita hamil karena tau rasanya baby blues. 

3. Pijatan Punggung Untuk Melancarkan Asi
Pijatan punggung sesuai anjuran bidan ini tak perlu saya jelaskan caranya. Di Internet sudah cukup banyak. Pijatan ini berguna mendatangkan kedekatan suami istri lalu memunculkan hormon kebahagiaan pada ibu. Hormon kebahagiaan ini membantu ibu agar tidak stres sehingga mampu Melancarkan asi. 

Langsung googling ya... Nggak lama kok. Yang terpenting itu ketersediaan waktu suami di masa-masa stres atau baby blues pasca melahirkan seperti ini. 

4. Bantu Mencuci Popok Bayi
Boro-boro mau mencuci Popok, untuk duduk lalu berdiri lagi saja masih susah. Ini pengalamanku setelah lahiran normal. Namun, di hari ke 3 pasca melahirkan aku sudah mulai mencuci pakaian suamiku meskipun dengan berdiri dan mengucek (bukan mesin cuci loh ya).

Sedangkan Popok, dalam satu hari, mininal sekali kita akan mencuci 1 lusin atau 12 Popok. Belum lagi baju dan alas kainnya yang digunakan untuk alas ompol. 

Nah, suami setidaknya bantu istri mencuci Popok bayi ini. Apalagi yang sama sekali tidak tinggal bersama orangtua atau mertua. 

Teman saya, Pak Luthfi, dia seorang Direktur, kala rapat direksi, dia buru-buru menyarankan agar rapatnya segera usai. Bukan karena ada urusan lain, melainkan ingin segera mencuci Popok bayinya sebelum jadi menumpuk. Bayangkan, sekelas direktur saja tetap mau mencuci Popok. Jadi direktur itu di kantor, sedangkan kalau di rumah ia tetap seorang ayah. 

5. Bantu Menyiapkan Kebutuhan Rumah Tangga
Di hari-hari pasca melahirkan istrimu, dia akan disibukkan dengan penyesuaian pola tidur dan pola menyusu baby. Sampai sampai lupa makan, mandi pun nggak bisa lama-lama, dan katanya bisa keramas itu kenikmatan yang haqiqi.

Di hari yang repot itu, bantu lah agar istrimu tak menjadi stres yang pada akhirnya melampiaskan stresnya pada bayi. Bantu memasak atau menyiapkan makan dengan membeli. Bantu belanja bulanan. Jangan lupa, "ingatkan makan. Kalau perlu disuapin." Bukan lebay loh ya, tapi ibu baru akan benar benar melupakan hal yang justru penting untuk dirinya. 

Aku dulu, sewaktu belum ada GOJEK, GRAB, dan semacamnya apalagi markerplace, belanja bulanannya ke warung teman. Aku list kebutuhanku lalu meminta temanku untuk mengantar ke rumah. Lumayan, ongkir 5ribu di masa itu.

Nah, gimana Moms, Dad? Jangan lupa dibantuin ya istrinya. Kalau bisa menjerit, rasanya ingin menjerit. Seperti temanku yang namanya Ratih. Di masa melahirkan anak pertama, dia baby blues, pernah punya keinginan membekap anaknya dengan bantal saking sebelnya denger bayi nangis. Dan dia menumpahkan kekesalannya sewaktu mandi. Dia menjerit geram sekencang kencangnya. Kata Ratih waktu cerita sih, tetangganya sampai denger. Mungkin mengira dia stres gitu. Jadi, jangan remehkan ibu baru ya.

Satu lagi, kalau kamu ternyata sudah jadi Ayah, dan belum pernah melakukan hal di atas yang ku sebutkan, padahal anakmu sudah besar, atau kamu LDR jadi tak bisa membantu istrimu pasca melahirkan, ucapkan Padanya, "Kau istriku yang hebat." Kenapa? Karena dia sangat kuat tanpa pundakmu disaat dia benar-benar membutuhkanmu. Jangan lupa tulis istrimu yang hebat di kolom komentar yaa, Dad. 

Semangat buat New Mom and Dad. 🤗
Fije
Ditulis saat anak sudah terlelap dan suami menemani disampingku.

Selasa, 07 April 2020

Pengalaman Suka Duka Memakai Susu Formula

Hai, Moms. Kamu pengguna Sufor ya? Sufor apa yang kamu pakai saat ini? Oh, ya, Moms. Pasti banyak banget dong kendala-kendala yang dirasakan saat anak pilih mengkonsumsi Sufor. 

Aku adalah ibu yang gagal menyusui, Moms. Bukan karena malas, atau karena wanita karir. Bukan karena ingin payudara tetep cantik atau karena pilih yang praktis. Tapi memang banyak kendala yang aku alami ketika menyusui anak pertama. Kendala ya apa saja, Moms? Coba baca di postingan aku sebelumnya >> Gagal Menyusui, Bukan Gagal Menjadi Ibu

Di page ini, aku mau nulis tentang pengalaman aku selama ini pakai Sufor. Oh, ya, fyi, babyku sudah mencicipi Sufor sejak usia 3 hari. Itu karena ibuku yang minta. Dia tidak tega karena asiku tak kunjung keluar. 

Aku masih ingat, hari itu adalah hari ketiga bayiku merengek semakin kencang. Tangisnya pecah, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kalau Moms mendengarnya mungkin juga tidak akan tega. Bahkan ingin menangis. 

Berbekal Internet, aku buru-buru mencari Sufor yang aman buat babyku. Ketemulah di Internet susu formula dengan nama Bebelac 0-6 bulan. Sekilas aku baca dan review sudah cukup aman. Aku tidak punya waktu lagi untuk mencari tahu. Aku harus segera membeli susu formula itu di Indomaret terdekat. 

Saat itu pukul 8 malam. Suamiku sedang pergi bersama teman-temannya. Aku belum bisa menghubungi untuk meminta tolong disaat mendesak. Akhirnya aku meminta adikku untuk mengantar ke Indomaret terdekat. 

Sakittt. Perihhh. Tulang ekorku masih sakit. Di hari ketiga itu seharusnya aku masih dirumah. Tak boleh kemana-mana. Apalagi sampai boncengan naik motor. Tapi apa daya. Seorang ibu yang mencintai anaknya, dan mematuhi ibundanya tak bisa berbuat apa-apa. Yang kutahu, malam itu aku harus bisa membuat bayiku kenyang dan tenang. Aku pun tak pikir panjang mengambil dus kotak susu formula Bebelac paling kecil untuk kubawa pulang. Sakittt. Itu lagi yang aku rasa setelah 3 hari lahiran normal dan memaksakan boncengan motor.

Beruntung juga aku sudah memiliki kado botol susu waktu kami menikah. Yang mengado teman suamiku. Padahal aku belum mengandung saat itu. Aku coba membongkar, mencuci, dan merebusnya sebentar. Aku buru-buru meniriskan botol dan langsung saja kuisi 2 sendok susu ke dalamnya. Ku kocok dan kusodorkan ke mulut bayiku. 

Ncup.. Ncup.. Ncup... Dia melahap dengan tenang setelah suaranya habis dan nyaris hilang karena menangis kelaparan. Aku turut tenang, tapi juga merasa berdosa karena sempat berfikir jadi ibu yang tak baik. 

Notes: buat para calon ibu yang hendak melahirkan. Tetap sedia botol susu yaa.. Untuk jaga-jaga saja Bukan karena Asinya tidak keluar. Tapi saat pumping, kita bisa gunakan botol susu untuk meminumkannya ke bayi. 

Alhamdulillah. Bayiku sudah tenang. Satu minggu, aku masih melakukan pumping meskipun hanya dapat 50ml. Aku mencoba memakai nipple shield untuk merangsang bayiku mau menyusu. But, itu hanya sia-sia. Aku juga sudah mencoba alat relaktasi, tapi juga bayiku tersedak karena aliran susu di selangnya. 

Baiklah. Memang belum rezeki ku bisa memberikan asi untuk anak. Alhasil hingga usia saat ini, satu tahun lebih satu bulan, aku tetap memberikan Sufor kepada anakku. 

Di tengah perjalanan, aku sempat mengganti Sufor anakku dengan SGM. Sufor ini sangat reccomend buat para ibu yang tidak bisa menyusui seperti aku. Aku sendiri beralih ke SGM karena harga lebih hemat. 2x lipat lebih hemat dibanding susu sebelumnya. Tapi ingat ya, Moms, perhatikan juga reaksi bayi ketika kita mencoba ganti susu formula. Reaksi baik atau buruknya penerimaan bayi bisa dilihat dari pup-nya. Alhamdulillah anakku sejauh ini mau saja jika diganti dengan susu SGM. 

Berapa Banyak Susu Formula Yang Dibutuhkan? 
Di awal-awal Bebelac, aku lupa membeli berapa banyak dus. 

Sewaktu ganti SGM, untuk usia 0-6 bulan SGM Ananda hanya beli 2 dus (1000 gr). Hingga semakin besar anakku, paling banyak aku membeli 5 dus (1000 gr)/ bulannya produk SGM 6-12 bulan. Harga satu dus ini berkisar 79.000 di Luwes. 

Sedangkan saat usianya menginjak 1 tahun, aku masih membeli SGM 1+ dengan takaran sama 5 dus (1000 gr)/ bulannya. Harga satu dus ini masih sama dengan yang 0-12 bulan. berkisar 79.000 di Luwes. Sehingga setiap bulan, paling tidak aku menyisihkan uang Rp 240.000 untuk susu anak. Kenapa bisa sebanyak itu? Soalnya anakku dimasa kecilnya kalau melek harus wajib ngedot. Kalau tidak ngedot, dia langsung menangis. 

Bagiku, anakku memang suka minum banyak. BB nya stabil. Bahkan tergolong berisi. Meskipun dilihat secara fisik tidak gemuk. Sekarang minumnya kalau siang hanya maksimal 9 sendok susu. Sisanya bisa diganti air putih atau teh. Sedangkan kalau malam, bisa tak terhingga karena lebih banyak minum. 


Suka Duka Pakai Sufor
Suka duka pakai Sufor tentu ada ya, Moms.Yang jelas pakai Sufor itu:

1. Boros biaya. Untuk SGM saja minimal sediakan anggaran Rp 250.000/bulan.
2. Ribet karena harus mencuci botol. Botol harus selalu steril.
3. Harus sedia air panas untuk menyeduh susu.
4. Harus bawa tas susu kemana-mana. Jadi agak ribet. Beda kalau ASI ya, Moms.
5. Kadang ada rasa malu dengan orang lain ketika harus bawa Sufor. Jadi enggan ikut perkumpulan seperti bukber, rekreasi bersama, dan meet up. Karena sudah membayangkan betapa ribetnya bawa Sufor.
6. Anak cepat kencing, banyak kencing, dan cepat PUP. konon katanya beda dengan ASI yang terserap langsung oleh tubuh. 
7. Air kencingnya jadi najis. Beda dengan ASI yang tidak najis jika dicipratkan air 3x ke tempat yang kena kencing bayi. 
8. Ada yang bilang bayi Sufor itu kegemukan. Atau kalau kurus, susah untuk gemuk. Jadi over gitu, Moms. Tapi alhamdulillah anakku termasuk yang ideal. 

Kalau sukanya apa ya, Moms? 
1. Kalau aku sih jadi bisa ditinggal kerja. Karena masih ada ikatan dinas yang harus kuselesaikan. 
2. Nggak perlu begadang panjang. Alhamdulillah anakku kalau sekalinya dibuatin susu langsung dipegang sendiri botolnya. Jadi cukup memudahkan sih, Moms. Ga perlu duduk dan begadang. Babyku bisa pegang botol sejak usia 2 bulan. 

Ya begitulah, Moms. Tentu nggak perlu dibandingkan dengan ASI ya. Jelas dimanapun dan apapun teorinya, ASI tetaplah yang terbaik. Namun, jangan egois, ya, Moms. Saat anakmu memang sudah dehidrasi, berikan Sufor. Dan kamu bukan lah pendosa hanya karena memberi Sufor pada anak. 

Btw, gimana, Moms suka dukanya pakai Sufor? Dan Sufor apa yang udah Mommy pakai saat ini? 
Tetap semangat ya, Moms 🤗

Salam hangat, 
Fije
Ditulis saat anak dan suami sudah terlelap



Senin, 06 April 2020

Pengalaman Pahit: Gagal Menyusui Bukan Gagal Menjadi Ibu

Hai, Moms, apakah kamu mengalami kegagalan menyusui sepertiku??? Sabar ya, pasti berat ya? Memang, tapi kamu pasti kuat. Aku akan bagi sedikit pengalaman tentang kegagalan menyusuiku. Semoga ini tidak terjadi di kamu ya, Dears

1. Terlambat Belajar
Sejak mengandung bayi, aku hampir membaca berbagai hal tentang melahirkan. Tentang sakitnya, pulihnya, wishlist barang-barang debay, trus apapun itu soal kehamilan tapi aku lupa belajar tentang caranya menyusui. It's So bad. Kukira menyusui itu hal yang natural. Semua orang bisa, semua bayi bisa melakukannya. Ternyata tidak semudah itu. 

Aku tidak belajar bagaimana cara membersihkan payudara, cara membentuk puting agar siap disusukan kepada bayi, meminum makanan yang melancarkan ASI sejak bayi dalam kandungan, dan seabrek pembelajaran ASI lainnya yang ternyata sangat kompleks. 

Aku sampai berfikir, bagaimana mungkin hewan saja yang tidak dilatih atau belajar bisa menyusui kenapa aku yang manusia Tidak bisa??? 

Ah.... Semua sudah terlambat. Dan aku tidak mau gagal untuk yang kedua kalinya. Untuk anakku yang kedua nanti, insyaallah

2. Tidak ada Pendamping 
Aku mengandung dengan sangat baik. Nyaris tidak ada keluhan. Muntah bisa dihitung tidak lebih dari 5x. Aku mampu makan apa saja, tidak terlalu membenci makanan seperti yang  lainnya. Aku juga tidak nyidam yang neko-neko. Yang kuiingat saat itu, aku hanya labil dalam mengelola emosi. Kata adik iparku "itu yang namanya bawaan bayi. Dikit dikit marah."

Aku melahirkan disebuah klinik persalinan. Tepat 1 hari setelah HPL. Yakni tanggal 2 Maret dari HPL yang tanggal 1. Persalinanku normal dan cepat karena 1 hari kemudian aku langsung bisa pulang ke rumah. Persalinannya gratis memang, tapi, aku merasa tidak mampu mengelola semua setelah itu. 

Jadi ibu baru bukanlah hal mudah. Tangisan bayi setiap saat, sakitnya pasca persalinan, asi tidak keluar, omongan tetangga, semua campur aduk jadi satu. Dan, akupun mengalaminya. Baby blues. 

Setiap jam aku nyaris meneteskan air mata karena merasa tak mampu jadi ibu yang baik. ASIku tak keluar. Susah sekali menyusui itu. Apalagi aku dihadapkan dengan puting pendek. Bayi tidak bisa mengenyot payudara dengan nyaman. Akhirnya lepas dan lepas lagi. Si bayi marah marah karena lapar tidak mendapatkan asupan. Aku pun geram. 

Sayangnya di saat saat seperti itu aku kesulitan mendapatkan Pendampingan. Bidan hanya memberikanku cara menyusui yang benar dengan posisi yang dibenarkan. Sepulang ke rumah, bayi meronta-ronta. Aku bingung, sedang ibuku adalah orang pendiam. Berbeda dengan orang tua lainnya yang memaksa dengan afirmasi positif, "ayo, coba lagi, kamu bisa menyusui". Alih alih menyusui, ibuku tidak tega dengan jeritan anakku yang kelaparan. Di hari ke 3, ibuku menyuruhku membelikan susu formula. Padahal aku sudah kekeh akan memberikan asi eksklusif pada anak. Tapi... Bagaimana lagi. Ibuku tidak tega dengan bayiku laki laki yang meronta-ronta kelaparan. 
Dengan tidak adanya pendamping itu aku berusaha belajar sendiri, meskipun hasilnya terlambat. 

Aku mencoba membuat asi booster berdasarkan informasi yang beredar di internet maupun dari mulut ke mulut. Mulai dari alpukat, prenagen, susu kurma, marneng (jagung kering), teh asi booster, pil asifit, daun katuk.. Semua sudah kucoba. 

Aku juga mencoba menghubungi AIMI agar mengajariku menyusui. Entah berapapun bayarannya. But, no respon. Aku juga didatangi teman tetangga yang jadi bidan. Semua oke ketika dia datang, si bayi pura pura tidur, selepas pulang, kembali melepas puntingku dan meronta. Akhirnya sufor lagi, sufor lagi. Aku menangis tiap malam. 

Bukannya tidak membuahkan hasil. Payudaraku mulai padat terisi asi yang penuh. Tiap subuh bajuku basah karena asi yang tumpah. Tapi dedek ku tidak mau meminumnya. Alhasil aku pun membeli pompa asi. Plus sambungan puting untuk mengatasi masalah menyusuiku. Namun, lagi lagi bayiku meronta. Dia tidak sabar dengan ASIku yang keluar sedikit demi sedikit. 

Pernah juga beli alat relaksasi semacam selang yang menghubungkan antara sufor, payudara, dan isapan bayi. Pas kucoba, bayiku tersedak. Ibuku memaksaku untuk melepas saja, memberikannya sufor. Ya Allah... Padahal aku sebenarnya bisa menghasilkan asi. 

Cara terakhir yang aku usahakan adalah dengan mengasingkan diri di rumah mertua. Disana ada adik iparku yang sukses ASI. Sedang dirumahku, aku memang sedang konflik dengan ayah kandungku. Yang membuat emosiku tak stabil. Aku di rumah mertua 10 hari, tapi mereka tak lulus mengajariku menyusui juga. Aku menyerah. 

Akhirnya ASI yang kupompa lama kelamaan habis. Karena prinsip ASI sebenarnya ialah mau memproduksi ketika bayi tetap mengenyot puting. Jadi, meskipun aku memompanya, sama saja, tidak ada produksi, hanya ada konsumsi. ASIku kering dalam waktu 1 bulan. 

3. Julid Everywhere
Lahiran normal tak membuat telingaku jadi tenang. Masalah ASI selalu diungkit-ungkit oleh orang yang terus berdatangan menjengukku. Komentarnya seputar ini:

- minumnya ASI apa sufor?
- wah, anaknya dikasih sufor ya.. Pasti karena ibunya malas
- wah, sufor nih. Soalnya wanita karir kok ya. 
- idih, anak sapi dong. Ibu zaman sekarang mana mau menyusui. Maunya serba instan. 
- Ibunya nggak sabaran tuh, sebenarnya bisa. 
- asi itu lebih baik loh, daripada sufor. 
- Kalau nggak ASI, nanti anaknya jadi ga deket sama ibunya. 
- nanti kalau sufor anaknya jadi sakit-Sakit an. 
- anak ASI biasanya jadi lebih pinter. 
Parahnya lagi ada ustad kondang yang ngomong beginian, "Ibu itu punya kewajiban untuk menyusui anak selama 2 tahun. Di dalam Alquran jelas. Jadi kalau ada ibu yang males menyusui anaknya, nanti akan kena dosa besar. 

Begitulah kejulidan yang aku dengar sejauh ini. Dan berasa aku ingin bilang kepada dunia," Aku bukannya nggak mau menyusui, tapi nggak bisa menyusui karena banyak faktor."

Dan prolaktasi juga mengatakan "semua ibu pasti bisa menyusui." Hampir streslah aku karena baby blues ini.

4. Ada Penyesalan?? 
Lalu, apakah ada penyesalan karena tidak bisa menyusui? Jelas ada. Bisa dibilang, aku menyesal seumur hidup. Dan aku berjanji kepada diriku dan keluarga, akan lebih berusaha untuk anakku yang kedua nanti. Selain itu, aku juga capek larut dalam penyesalan. Akhirnya, aku cari semangat positif yang setidaknya bisa menghibur diri. Ada banyak hal, diantaranya:

- dokter di klinik persalinanku juga tidak bisa menyusui kedua anaknya. ASInya tidak keluar. Jadi, ada kok dokter sekalipun yang nggak bisa menyusui. 

- Siti Aminah, ibunda Rasulullah Muhammad Saw juga tidak menyusu karena baby blues, psikisnya terpukul karena suami meninggal. Dia pun mengusulkan Muhammad kecil kepada Siti Halimah. Lalu bagaimana kata ustad tadi yang meng-judge bahwa perempuan berdosa jika tidak menyusui??? 

- Jangan memaksa menjadi sempurna. Jika kamu tetap kekeh asi eksklusif padahal memang tidak cukup, anakmu bisa dehidrasi. Bahkan parahnya bisa meninggal. Seperti tetangga temanku yang kekeh ASI padahal memang tidak bisa memberi. Akhirnya meninggal anaknya karena tidak mendapat asupan. 

-Bagaimana pun juga, kamu yang tidak memberi ASI, tetap seorang Ibu. Kamu yang mendidik, mendampingi, bahkan diusia anakku yang 1 tahun ini, dia bisa merasakan kehadiran ibunya ketika pulang kerja. Cepat cepat dia lari ingin memelukku. Dia tetap menyayangimu, dan aku juga menyayanginya sebagai anakku. 

-Anak Sufor belum mesti sakit sakitan atau bodoh. Iklan SGM sudah membuktikannya. Ada anak pertanian S3 karena sufor. Adekku juga sufor, dan sehat sampai sekarang di usia ke 20 tahun tidak ada riwayat dirawat di rumah sakit. Bahkan dia juga cerdas. 

Jadi... Jangan menyesal atau menyalahkan diri sendiri ketika memberikan susu formula. ASI memang yang TERBAIK. Tapi bukanlah segalanya. Kita akan jadi egois jika hanya mementingkan diri menjadi ibu lulus asi eksklusif padahal nyatanya tidak bisa demikian. Be your self. Allah menyayangi kita. 

Peluk hangat, 
Fije
Untuk ibu ibu yang gagal mengASIhi


Minggu, 05 April 2020

PENTING & CHECKLIST! Ini Perlengkapan Ibu Melahirkan Yang Harus Dibawa!

hospital-bag-checklist-780x780 

Penting nggak sih perlengkapan ibu melahirkan? Penting banget, Moms! Soalnya ketika nggak bawa, orang yang menunggu kita akan kerepotan mencari kesana kemari barang-barang secara dadakan. Padahal seharusnya dipersiapkan sejak kehamilan 7 bulan. Because, takutnya terjadi kelahiran caesar.

Alhamdulillah wa syukrillah, kami dikaruniai anak laki-laki (semoga jadi anak sholih). Lahir pada 2 Maret 2019 pukul 10.25 WIB. Lahir dengan berat badan 3,1 kg, dan panjang 48 cm. Ketika itu, HPL tanggal 1 Maret 2019. Terasa kontraksi berat dan ke klinik tanggal 2 Maret 2019 pukul 07.30. Sedangkan pukul 10.25 buah hati kami sudah lahir, kemudian tanggal 3 pukul 10.00 WIB sudah pulang ke rumah. Alhamdulillah, puji syukur Allah memberi kemudahan demi kemudahan hingga kami berharap kedatangan anak kami selalu menyelimuti keberkahan di sekitarnya. Aamin.

Barangkali bumil yang sedang persiapan melahirkan sedang mencari referensi perlengkapan apa yang harus dibawa saat persalinan. Ini pengalaman saya, perkab yang dibutuhkan.
  1. Jarik
Jarik digunakan untuk ibu melahirkan. Sehingga ketika sudah bukaan banyak, dianjurkan untuk melepas semua pakaian kemudian berganti memakai jarik. Agar mudah saat melahirkan.
Jariknya jangan jarik gendong ya. Jangan jarik bedong juga. Pastikan lebar jarik muat untuk menutupi tubuh kita.
Soalnya, waktu itu jarik yang ku bawa adalah jarik gendong. Hahaha.. jadi kesalahan deh.. Bawa 1 aja.
  1. Bedong bayi
Bedong bayi bisa berupa jarik dengan lebar paling kecil atau selimut bayi yang bertekstur lembut. Bedong berfungsi agar bayi hangat saat sudah dimandikan pasca melahirkan.
Kelebihan pakai bedong jarik adalah panjangnya lebih cukup untuk dibalut pada tubuh bayi. Sehingga tidak mudah lepas saat digendong. Sedangkan selimut bayi lebih pendek alias CUPET!
Bawa minimal 3 ya
  1. Selimut bayi
Selimut bayi digunakan saat bayi ditidurkan di box tempat tidur. Intinya bayi lahir itu nggak boleh kedinginan. Apalagi bayi prematur yang harus disinar.
Bawa 1 aja gapapa deh
  1. Kemeja berkancing
Kemeja berkancing digunakan ibu saat melahirkan. Kemeja ini baik dipakai untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Wajib bawa ya buibu!
Bawa satu aja deh
  1. Baju ganti
Baju ganti usahakan bawa minimal 2 buah. Satu untuk stay ketika masih harus beristirahat di rumah sakit. Satunya untuk pulang.
  1. Alat mandi bayi
Alat mandi bayi sekarang sudah komplit. Tapi minimal ada sabun, sampo atau diringkas body wash. Washlap jangan lupa. Kalau bayi sekarang sih biasanya nggak disarankan memakai bedak. Alasannya karena bayi baru lahir masih terlalu sensitif kulit dan pernafasannya. Tapi ya monggo kalau dedeknya dibedakin.
  1. Baju bayi
Baju bayi berupa popok, baju ganti, gurita, set sarung (tangan dan kaki), topi bayi (kupluk).
Bawa min 3 set ya
  1. Pompa asi dan dot bayi
Kenapa pakai pompa asi? Biasanya newmom (ibu baru) yang baru saja melahirkan akan mengalami kesulitan menyusui. Asi yang tidak keluar-keluar.  Makanya sedia pompa asi dan dot bayi.
Sebagai pengetahuan, bayi akan tahan lapar selama 3 hari. Jika asi belum keluar selama 3 hari, itu artinya tidak apa-apa. Yang penting tetap disusui ya Moms. Namun, jika lebih dari itu, konsultasikan dengan dokter. Apakah ada yang salah saat latch on (pelekatan) atau harus dibantu dengan sufor.
  1. Pampers Bayi Baru Lahir
Pampers bayi baru lahir digunakan saat di rumah sakit agar kita tidak kerepotan mengganti popok dan mencucinya. Sebab bayi biasanya akan pipis lebih dari 20 kali dalam sehari.
Bawa minimal 12 pampers yaa
  1. Pembalut Nifas
Ada pembalut khusus nifas yang digunakan untuk ibu yang mengalami pendarahan luar biasa pasca melahirkan. Sebab darah yang keluar memang banyak. Jadi siaga ya Moms.
Bawa minimal 6 yaa
  1. Alat Mandi
Meskipun merasa ngeri mandi pasca melahirkan. Tetap bawa alat mandi ya Moms. Minimal banget, pas pulang udah wangi. Hehe.
  1. Hiburan
Bawa buku, headset, atau tablet untuk menghibur diri agar suasana tenang saat menunggu kontraksi tiba.
  1. Gendongan Bayi
Gendongan bayi digunakan untuk menggendong bayi saat pulang. Bisa pakai jarik gendong atau gendongan modern.
Bawa 1 aja
  1. Identitas
KTP, KK, berkas asuransi kesehatan dan perlengkapan untuk administrasi jangan lupa yaaa.
  1. Perkap untuk yang menunggu
Jangan lupa perlengkapan untuk yang menunggu. Bisa berupa tikar, snack, baju ganti, alat mandi dsb.
Itulah perlengkapan persalinan yang wajib dibawa ibu-ibu yang sedang mempersiapkan kedatangan buah hati. Masukkan tas besar. Lalu bawa ketika sudah ada tanda-tanda kontraksi.

Fije
Selamat menyambut kedatangan buah hati ya Moms. ^_^

Sabtu, 04 April 2020

Ini Pengalaman Ibu HamilTes VCT, HIV, HBsAG di Puskesmas Colomadu



Hasil TestpackAlhamdulillah. Syukur kami kepada Allah karena dikaruniai kehamilan sudah 35 minggu. Semoga saya dapat menjalani persalinan yang normal, lancar, dan diberi kesehatan untuk saya dan debay nya. Aamin.

Mau sharing nih buat Mommy yang hamil dan mau tes HIV HBsAG. Sebelumnya, aku udah sempet nanya-nanya soal tes ini ke buibu yang punya anak lainnya. Tapi katanya nggak disuruh tes-tes gituan. Soalnya emang lagi digencarkan sekarang.
Kenapa? Ya, manfaatnya ketika kita terdeteksi sakit biar segera ada penanganan untuk debay. Entah nanti diberikan vitamin pasca debay lahir atau bagaimana.

Apa sih Tes HIV HBsAG?
Dilansir alodokter.com, Tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B. Jika hasil tes menunjukkan hasil yang positif, maka hal tersebut menandakan adanya virus hepatitis B di dalam tubuh.

Berapa Lama?
Kalau aku periksa ke puskesmas Colomadu, diitung ketika datang antri jam 8.30 WIB sampai benar-benar selesai ambil resep obat itu sekitar pukul 10.00 WIB. Tes nya nggak lama kok. Cuma nunggu hasil tesnya emang sekitar 45 menitan.

Bayar Berapa?
Tes yang aku lakukan di puskesmas setempat sih, beda kota, meskipun sama Kabupatennya. Waktu itu sempat ditanya ‘Ada BPJS nggak?”, trus aku jawab enggak. Jadi biaya yang aku keluarkan itu tepatnya Rp 119.500. Itu udah termasuk obat dari KIA. Mungkin biaya di daerah masing-masing berbeda. Katanya sih kalau di rumah sakit lebih mahal.

Tes nya Meliputi Apa Saja?
Oke. Aku ceritakan pengalaman proses tes HIV HBsAG ya..
Di puskesmas tempat aku periksa ini antriannya sudah mulai memanjang sejak pukul 06.00 WIB. Soalnya aku dateng sekitar pukul 7.30an itu penunggu antriannya udah mengular sampai luar. Whatt?? Ya, memang begitu. Tapi karena aku punya temen yang kerja di sebelah puskesmas. Aku minta tolong dia buat ngantri lebih pagian. Hehe.. jadi pas aku dateng tinggal gantiin antrian dapetlah urutan nomor 18.

Eits, kalau di puskesmas sini, urutan nomor 18 itu bukan benar-benar nomor 18 ya. Tapi nanti ada klasifikasinya A,B,C,D (mungkin beda system di puskesmas yang lain). A itu untuk poli umum, B untuk surat keterangan dokter, C untuk poli gigi (kalau nggak salah), D untuk KIA. Jadi meskipun saya antri nomor 18, ketika nomor antrian sudah dibuka, aku ambil antrian yang D. Jadilah nomor antrianku nomor D1. Karena yang lain antri poli umum dan poli gigi.

Aku dapet 2 nomor antrian. Satu untuk daftar dan satunya lagi untuk masuk ke ruang KIA. Kalau di puskesmas saya waktu itu, yang belum pernah maupun yang sudah pernah tetap ambil 2 nomor antrian dan daftar.

Meskpun antrian D1, tapi aku masih dipanggil cukup lama. Hhee. Soalnya yang dipanggil A1, A2, A3, A4 , B1, C1, C2, dst.. sampai aku memberanikan diri Tanya ke petugas. “Pak, ini nanti KIA jam bukanya sama kan? Kok belum dipanggil?” Hehe. Trus bapaknya bilang, ya emang gitu mbak. Soalnya antrian poli umum lebih banyak. Jadi diprioritaskan.
Nah, setelah antrianku dipanggil, aku ditanya sama petugas seputar identitas. Nama, usia, tanggal lahir, suami, alamat tinggal. Udah.. ga ditanyain ktp sama KK. Setelah itu diberikan kartu kecil kayak member gitu. And then, aku diarahkan untuk menunggu di depan ruang KIA.

Ke Ruang KIA
Menunggu dan menunggu. Lumayan lama sih. Sampai ketika dipanggil akhirnya didata lagi seperti tadi. Cuma ditanya agak detail, “punya riwayat sakit apa? Paru, sesak nafas, jantung?” Aku bilang enggak ada. Pasca itu aku cek berat badan, cek tensi, cek tinggi janin, dan cek detak jantung janin. And then.. didata lagi.
Udah selesai? Belum laah.. Habis itu aku bawa berkas dan diarahkan ke Laboratorium-Poli Gigi- KIA.

Ke Laboratorium
Okelah. Aku ke laboratorium dulu. Ruangannya berjajar dan berdekatan. Paling Cuma 15 langkah. Pas ke laborat nggak perlu antri soalnya aku pertama. Hehe. Di sana aku didata dulu trus dikasih semacam nota. Diminta bayar ke kasir sejumlah Rp 119.500,- Untung kasirnya nggak antri. Kalau antri mah, makin luama. Setelah dapat nota dari kasir, aku kembali lagi ke lab.

Sewaktu di lab, aku mulai diambil sampel darah. Oh, ya. Buibu jangan pakai baju yang lengannya ketat ya. Soalnya ambil sampel darahnya di atas lekukan siku. Jadi bakal digulung. Setelah diambil darahnya cukup, aku dikasih wadah dan diminta ke kamar mandi untuk ambil urin. Setelah proses ambil urin selesai, langsung deh ke poli gigi.

BACA JUGA:Pengalaman Pahit: Gagal Menyusui Bukan Gagal Menjadi Ibu


Ke Poli Gigi
Poli gigi di puskesmas ini ada dipojokan. Kalau jalan ya sekitar 20 langkah kali ya. Di Poli gigi ini, aku juga nggak perlu antri meski lagi banyak pasien. Why? Lagi-lagi karena antrianku KIA pertama. Jadi langsung masuk, ternyata berkas KIA ku sudah ada disana. Aku langsung diminta duduk di kursi cabut gigi itu. Sempet deg-degan sih jika nanti gigiku bermasalah. Soalnya selama ini nggak pernah cek gigi. Hehe. Perawatannya juga nggak seekstrim yang lain.

Pas duduk, dicek sama dokter giginya. Dilihatlah gigi-gigiku sampai ke belakang. Nggak ada semenit. Habis itu disuruh kumur-kumur. Udah.. Dibilangin sama dokternya ,”Giginya bagus, nggak krowok (berlubang). Cuma ada sedikit karangnya.” Fiuhh.. Lega juga.. Tapi katanya kalau ada keluhan bisa disampaikan meski gigi sehat.
Setelah cek gigi, langsung deh bawa berkas ke KIA lagi.

Back to KIA
Di KIA, aku cuma menyerahkan berkas aja. Terus diminta menunggu di depan laboratorium. Menunggu hasil tes HIV HBsAG. Sekitar 45 menit.

Back to Laboratorium
Nah, karena menunggunya cukup lama. Bumil boleh lo keluar dulu sambil jajan atau sarapan. Hehe. Yang penting nggak sampai seharian. Abis itu balik lagi ke ruang tunggu di depan laboratorium biar pas dipanggil kedengeran.

“Ibu Fitria..” ujar petugas Lab waktu itu
Ketika dipanggil, aku dikasih berkas untuk dibawa ke KIA lagi. Hehe. Ini juga nggak perlu ngantri lagi ya. Pokoknya langsung ditangani. Pas udah duduk sama bidan dikasih tahu buat baca hasil tesnya..
“Hasilnya bagus ya buu.. HIV, Hepatitis, Sipilis nya negative. Hb nya juga bagus 12,2,” kata ibu bidannya.
Alhamdulillah..
Pasca itu aku juga ditanya, “vitaminnya masih nggak?”
Ya, karena udah seminggu kehabisan obat dan vitamin, aku bilang enggak. Lumayan lah biar debaynya makin sehat.
Akhirnya aku dikasih resep dan menuju ke ruang obat untuk antri ambil obat. Antriannya lagi-lagi pas sepi. Hanya 1 orang. Jadi jam 10 lebih sedikit proses tes HIV HBsAG ku sudah selesai. Alhamdulillah..

Catatan
Buibu, sebaiknya cari info dulu system pemeriksaan di puskesmas setempat.  

Soalnya sebelum ini, aku periksa di puskesmas lain. Udah antri jam 7, antrian pertama, eehh, pas udah nyampe ruang periksa bilang tidak menangani tes HIV HBsAg. Lalu dialihkan ke puskesmas kedua. Setelah aku dateng ke puskesmas kedua, antrian panjang, menunggu lama, sekitar pukul 10, pas nyampe diruang KIA dibilangin, “Dokternya hari ini nggak ada. Cuma bisa tes hari Senin dan Selasa”. Subhanallah.. padahal udah rela antri dari tadi. Kenapa nggak dibilangin, atau dikasih jadwal kek. Begitulah… Kadang-kadang harus tahu dulu system puskesmasnya sebelum periksa. Daripada kecewa.
Dan Alhamdulillah, ini aku ke puskesmas di beda kota yang infonya ku dapat dari referensi kenalan bu bidan.

Bagaimana Kalau Hasil Positif?
Kalau hasilnya positif, insya Allah segera dapat penanganan. Seperti kisah berikut
KLIK LINK: Kehamilan Dengan HBsAg Positif 
Semoga kehamilanmu menyenangkan dan bernilai ibadah Moms. 

Fije
Ditulis dengan perasaan penuh syukur

46174018_330394194465381_6089447690289842352_n