Alhamdulillah. Syukur kami kepada Allah karena dikaruniai kehamilan sudah 35 minggu. Semoga saya dapat menjalani persalinan yang normal, lancar, dan diberi kesehatan untuk saya dan debay nya. Aamin.Mau sharing nih buat Mommy yang hamil dan mau tes HIV HBsAG. Sebelumnya, aku udah sempet nanya-nanya soal tes ini ke buibu yang punya anak lainnya. Tapi katanya nggak disuruh tes-tes gituan. Soalnya emang lagi digencarkan sekarang.
Kenapa? Ya, manfaatnya ketika kita terdeteksi sakit biar segera ada penanganan untuk debay. Entah nanti diberikan vitamin pasca debay lahir atau bagaimana.
Apa sih Tes HIV HBsAG?
Dilansir alodokter.com, Tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B. Jika hasil tes menunjukkan hasil yang positif, maka hal tersebut menandakan adanya virus hepatitis B di dalam tubuh.
Berapa Lama?
Kalau aku periksa ke puskesmas Colomadu, diitung ketika datang antri jam 8.30 WIB sampai benar-benar selesai ambil resep obat itu sekitar pukul 10.00 WIB. Tes nya nggak lama kok. Cuma nunggu hasil tesnya emang sekitar 45 menitan.
Bayar Berapa?
Tes yang aku lakukan di puskesmas setempat sih, beda kota, meskipun sama Kabupatennya. Waktu itu sempat ditanya ‘Ada BPJS nggak?”, trus aku jawab enggak. Jadi biaya yang aku keluarkan itu tepatnya Rp 119.500. Itu udah termasuk obat dari KIA. Mungkin biaya di daerah masing-masing berbeda. Katanya sih kalau di rumah sakit lebih mahal.
Tes nya Meliputi Apa Saja?
Oke. Aku ceritakan pengalaman proses tes HIV HBsAG ya..
Di puskesmas tempat aku periksa ini antriannya sudah mulai memanjang sejak pukul 06.00 WIB. Soalnya aku dateng sekitar pukul 7.30an itu penunggu antriannya udah mengular sampai luar. Whatt?? Ya, memang begitu. Tapi karena aku punya temen yang kerja di sebelah puskesmas. Aku minta tolong dia buat ngantri lebih pagian. Hehe.. jadi pas aku dateng tinggal gantiin antrian dapetlah urutan nomor 18.
Eits, kalau di puskesmas sini, urutan nomor 18 itu bukan benar-benar nomor 18 ya. Tapi nanti ada klasifikasinya A,B,C,D (mungkin beda system di puskesmas yang lain). A itu untuk poli umum, B untuk surat keterangan dokter, C untuk poli gigi (kalau nggak salah), D untuk KIA. Jadi meskipun saya antri nomor 18, ketika nomor antrian sudah dibuka, aku ambil antrian yang D. Jadilah nomor antrianku nomor D1. Karena yang lain antri poli umum dan poli gigi.
Aku dapet 2 nomor antrian. Satu untuk daftar dan satunya lagi untuk masuk ke ruang KIA. Kalau di puskesmas saya waktu itu, yang belum pernah maupun yang sudah pernah tetap ambil 2 nomor antrian dan daftar.
Meskpun antrian D1, tapi aku masih dipanggil cukup lama. Hhee. Soalnya yang dipanggil A1, A2, A3, A4 , B1, C1, C2, dst.. sampai aku memberanikan diri Tanya ke petugas. “Pak, ini nanti KIA jam bukanya sama kan? Kok belum dipanggil?” Hehe. Trus bapaknya bilang, ya emang gitu mbak. Soalnya antrian poli umum lebih banyak. Jadi diprioritaskan.
Nah, setelah antrianku dipanggil, aku ditanya sama petugas seputar identitas. Nama, usia, tanggal lahir, suami, alamat tinggal. Udah.. ga ditanyain ktp sama KK. Setelah itu diberikan kartu kecil kayak member gitu. And then, aku diarahkan untuk menunggu di depan ruang KIA.
Ke Ruang KIA
Menunggu dan menunggu. Lumayan lama sih. Sampai ketika dipanggil akhirnya didata lagi seperti tadi. Cuma ditanya agak detail, “punya riwayat sakit apa? Paru, sesak nafas, jantung?” Aku bilang enggak ada. Pasca itu aku cek berat badan, cek tensi, cek tinggi janin, dan cek detak jantung janin. And then.. didata lagi.
Udah selesai? Belum laah.. Habis itu aku bawa berkas dan diarahkan ke Laboratorium-Poli Gigi- KIA.
Ke Laboratorium
Okelah. Aku ke laboratorium dulu. Ruangannya berjajar dan berdekatan. Paling Cuma 15 langkah. Pas ke laborat nggak perlu antri soalnya aku pertama. Hehe. Di sana aku didata dulu trus dikasih semacam nota. Diminta bayar ke kasir sejumlah Rp 119.500,- Untung kasirnya nggak antri. Kalau antri mah, makin luama. Setelah dapat nota dari kasir, aku kembali lagi ke lab.
Sewaktu di lab, aku mulai diambil sampel darah. Oh, ya. Buibu jangan pakai baju yang lengannya ketat ya. Soalnya ambil sampel darahnya di atas lekukan siku. Jadi bakal digulung. Setelah diambil darahnya cukup, aku dikasih wadah dan diminta ke kamar mandi untuk ambil urin. Setelah proses ambil urin selesai, langsung deh ke poli gigi.
BACA JUGA:Pengalaman Pahit: Gagal Menyusui Bukan Gagal Menjadi Ibu
Ke Poli Gigi
Poli gigi di puskesmas ini ada dipojokan. Kalau jalan ya sekitar 20 langkah kali ya. Di Poli gigi ini, aku juga nggak perlu antri meski lagi banyak pasien. Why? Lagi-lagi karena antrianku KIA pertama. Jadi langsung masuk, ternyata berkas KIA ku sudah ada disana. Aku langsung diminta duduk di kursi cabut gigi itu. Sempet deg-degan sih jika nanti gigiku bermasalah. Soalnya selama ini nggak pernah cek gigi. Hehe. Perawatannya juga nggak seekstrim yang lain.
Pas duduk, dicek sama dokter giginya. Dilihatlah gigi-gigiku sampai ke belakang. Nggak ada semenit. Habis itu disuruh kumur-kumur. Udah.. Dibilangin sama dokternya ,”Giginya bagus, nggak krowok (berlubang). Cuma ada sedikit karangnya.” Fiuhh.. Lega juga.. Tapi katanya kalau ada keluhan bisa disampaikan meski gigi sehat.
Setelah cek gigi, langsung deh bawa berkas ke KIA lagi.
Back to KIA
Di KIA, aku cuma menyerahkan berkas aja. Terus diminta menunggu di depan laboratorium. Menunggu hasil tes HIV HBsAG. Sekitar 45 menit.
Back to Laboratorium
Nah, karena menunggunya cukup lama. Bumil boleh lo keluar dulu sambil jajan atau sarapan. Hehe. Yang penting nggak sampai seharian. Abis itu balik lagi ke ruang tunggu di depan laboratorium biar pas dipanggil kedengeran.
“Ibu Fitria..” ujar petugas Lab waktu itu
Ketika dipanggil, aku dikasih berkas untuk dibawa ke KIA lagi. Hehe. Ini juga nggak perlu ngantri lagi ya. Pokoknya langsung ditangani. Pas udah duduk sama bidan dikasih tahu buat baca hasil tesnya..
“Hasilnya bagus ya buu.. HIV, Hepatitis, Sipilis nya negative. Hb nya juga bagus 12,2,” kata ibu bidannya.
Alhamdulillah..
Pasca itu aku juga ditanya, “vitaminnya masih nggak?”
Ya, karena udah seminggu kehabisan obat dan vitamin, aku bilang enggak. Lumayan lah biar debaynya makin sehat.
Akhirnya aku dikasih resep dan menuju ke ruang obat untuk antri ambil obat. Antriannya lagi-lagi pas sepi. Hanya 1 orang. Jadi jam 10 lebih sedikit proses tes HIV HBsAG ku sudah selesai. Alhamdulillah..
Catatan
Buibu, sebaiknya cari info dulu system pemeriksaan di puskesmas setempat.
Soalnya sebelum ini, aku periksa di puskesmas lain. Udah antri jam 7, antrian pertama, eehh, pas udah nyampe ruang periksa bilang tidak menangani tes HIV HBsAg. Lalu dialihkan ke puskesmas kedua. Setelah aku dateng ke puskesmas kedua, antrian panjang, menunggu lama, sekitar pukul 10, pas nyampe diruang KIA dibilangin, “Dokternya hari ini nggak ada. Cuma bisa tes hari Senin dan Selasa”. Subhanallah.. padahal udah rela antri dari tadi. Kenapa nggak dibilangin, atau dikasih jadwal kek. Begitulah… Kadang-kadang harus tahu dulu system puskesmasnya sebelum periksa. Daripada kecewa.
Dan Alhamdulillah, ini aku ke puskesmas di beda kota yang infonya ku dapat dari referensi kenalan bu bidan.
Bagaimana Kalau Hasil Positif?
Kalau hasilnya positif, insya Allah segera dapat penanganan. Seperti kisah berikut
KLIK LINK: Kehamilan Dengan HBsAg Positif
Semoga kehamilanmu menyenangkan dan bernilai ibadah Moms.
Fije
Ditulis dengan perasaan penuh syukur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagaimana menurutmu artikel ini?